Yes, I am!

“I’m not good enough as a Teacher. I realized that I didn’t make a meaningful contribution. Maybe, someone else is more capable to replace my position.”

Bekerjalah dengan Kompas!

“Keberhasilan adalah ukuran yang dibuat oleh orang lain. Kepuasan adalah ukuran yang dibuat olehmu sendiri. Mengetahui tujuan perjalanan lebih memuaskan daripada mengetahui bahwa kau sedang berjalan. Bekerjalah dengan kompas, biarkan orang lain berkejaran dengan waktu.” Seorang Kakek.

Menjemput Ketidakpastian dalam Intisari edisi Oktober 2015 hal. 194.

Marah

10 Alasan yang membuat orang menjadi cepat marah di kehidupan modern:

  1. Antrean panjang ke dokter
  2. Kemacetan
  3. Angkutan umum yang penuh
  4. Teman yang bercanda mengenai hal-hal sensitif
  5. Teman yang tidak membayar utang
  6. Disalahkan secara keliru
  7. Harus membersihkan sesuatu yang disebabkan orang lain
  8. Menunggu lama saat ingin menelpon
  9. Diberi petunjuk yang keliru
  10. Kehilangan barang atau uang

Marah Boleh, Destruktif Jangan dalam Majalah Intisari edisi Oktober 2015 hal. 171

Kebahagiaan (Happiness)

558664_200252386750935_800068902_n (1)
Photo by Lil’ Boy (Ghani), “Jogja Night Life”.

Seorang tua nan renta, menyeka mata
Menikmati bulir-bulir air mata
Dalam semilir angin senja

Tak ada kepedihan
Hanya ada kebahagiaan
Begitulah auranya terpancarkan

Seorang muda nan dewasa, memeluk kepala
Menangisi jejak-jejak karyanya
Dalam sesak rasa kecewa

Tak ada kebahagiaan
Hanya ada kepedihan
Begitulah auranya terpancarkan

Seorang anak nan mungil, menengadah ke langit
Ia berlari-lari kecil, menahan rasa sakit
Dalam kemenangan kecilnya ia tertawa
Layang-layang berhasil membuatnya bahagia

Tak berjuta-juta uang
Cukup sebuah layang-layang
Untuk membeli kebahagiaan


Sebuah pagi terhiasi analogi
Begitulah aku menghiasi
Hari-hari seperti pelangi

Aku jatuh cinta pada kebahagiaan
Begitupun aku menyayangi kepedihan

Imajiku bergerak semakin liar
menyelipkan potretmu tanpa sadar
dalam lembutnya angin bersedadu
menikmati mozaik diksi bersamamu

My Secret

Please…please!
Can you keep my secret?

The mirror sparkles brightly
How do I appear in it?

The future beckons me, saying “Come on!”
What’s going to happen next?

Because what you see isn’t everything!

Being reckless – that’s all right
I wanna try without hesitating
I want to be true to my feelings
But there are just one or two secrets
That I don’t want anyone to find out…

My heart kinda aches, my secret
My ever-growing wishes about this and that
Which road will I take?

Tell me anything, OK, guys?
What kind of tomorrow will you paint?

Because there’s no dream that’s out of
reach!

Feeling your way – that’s all right
No matter what my worries, I don’t wanna cry
I want to keep trusting my feelings
But it’s hard on my own
That day I complained because I was too anxious to keep it to myself…
My regret kinda remains in my heart

Being reckless – that’s all right
I wanna try, looking forward
I want to be true to my feelings
Someday I’ll at least tell the person who’s important to me
The secret I haven’t told anyone…
My secret that I’ve quietly kept in my heart

Original Soundtrack: Kaichou wa Maid-Sama

Cantik? Model? Gendut?!

Suatu pagi di sekolah, ketika jam BTQ.

Nafisa: “Bu Febby, cantik!”
Bu Febby: “Ah? Suka gombal gitu, Nafisa cantik.”
Nafisa: “Ih serius! Kenapa gak jadi model aja sih?”
Bu Febby: “Emangnya Bu Febby gak pantes ya jadi guru?”
Nafisa: “Pantes, tapi jadi model juga pantes.”
Bu Febby: “Gak ah, Bu Febby kan gendut.”
Nafisa: “Makanya diet dong bu, biar jadi model!”
Bu Febby: “…….”

Begitulah mood pagi hariku dibangun.

Entah harus tertawa atau menangis…

Krisis!

Semoga berkenan dengan tulisan ini, tulisan dari seorang pribadi yang seringkali tak tahu diri 😉

Seseorang yang menahan diri untuk mengatakan pada orang lain bahwa sebenarnya dalam hati merasa tak lagi memiliki potensi, tak lagi memberi kontribusi dan tak lagi berjuang terbang lebih tinggi.

Seseorang yang beberapa bulan terakhir kerap kali dibentak oleh sahabatnya dan diragukan jati dirinya. Seseorang yang katanya mulai menjadi pribadi asing.

Barangkali ini bukti saya benar-benar hidup dan sedang memperjuangkan kehidupannya. Karena akhirnya krisis itu datang, krisis kepercayaan diri yang menimbulkan krisis jati diri.

Seseorang yang berpikir bahwa krisis ini akan segera berlalu, toh banyak orang yang telah berhasil melewati krisis ini dan menjadikannya masa lalu.

Sayang sungguh sayang, rasa mampu merubuhkan berjuta logika. Bersemayam lebih lama dari yang dikira.

Bergerak? Ku kira itu sudah dilakukan. Mungkin.

Si Koleris nan Sanguinis ini nyatanya telah menjadi pasukan melankolis nan plagmatis.

Bisakah kau membawaku kembali? Aku ingin kembali.