Febby – NHW 5; Design Pembelajaran ala Kita

وَمَا كَانَ لِنَفْسٍ أَن تُؤْمِنَ إِلَّا بِإِذْنِ ٱللَّهِ وَيَجْعَلُ ٱلرِّجْسَ عَلَى ٱلَّذِينَ لَا يَعْقِلُونَ

Dan tidak ada seorangpun akan beriman kecuali dengan izin Allah; dan Allah menimpakan kemurkaan kepada orang-orang yang tidak mempergunakan akalnya. (QS. Yunus [10]; 100)

20180816_161251_0001
Febby – NHW 5; Design Pembelajaran ala Kita

“Aku ingin kau lihat yang kau punya
Aku ingin kau kembali bisa
Percaya pada diri dan mampumu..” ~Tulus

Assalamu’alaikum

Sampurasun!

Alhamdulillah kelas Matrikulasi IIP Batch 7 ini sudah memasuki pekan kelima dengan materi Belajar Cara Belajar atau Learning How to Learn. Sebuah materi yang menarik kembali memori semasa kuliah dan mengajar dulu. Bahkan di kegiatan unit kemahasiswaan pun nama para tokoh teori karakteristik belajar terkadang dipakai sebagai nama kelompok peserta. Seolah khatam tanpa perlu dibaca berulang tapi itu 5 tahun yang lalu. Dan sudah lama tak diulas kembali sehingga saat mengerjakan NHW dan memahami materi kali ini, perlu sembari bertanya ke mbah Google untuk sekedar mengingatkan kembali materi-materi terkait Belajar dan Design Pembelajaran yang menjadi tugas NHW 5 ini.

Tugasnya sederhana, yaitu membuat kurikulum unik (customized curriculum) yang bermanfaat untuk pendidikan anak-anak kelak. Namun fokus utama adalah membumikan kurikulum yang dibuat agar nanti dapat lebih mudah diterjemahkan secara setahap. Maka sepamahaman saya, design Pembelajaran ini terlebih dahulu dibuat untuk diri sendiri sekaligus sebagai lanjutan atau penjabaran dari NHW sebelumnya.

Mengapa kita perlu membuat Design Pembelajaran ala Kita?

Karena hanya kita yang benar-benar mengenal karakteristik belajar diri sendiri, materi yang disenangi, metode yang disukai, pola belajar yang cocok dan penilaian yang diperlukan atas jurusan keilmuan yang  kita pilih sebelumnya.

Tidak semua model pembelajaran yang cocok digunakan oleh teman kita, cocok pula untuk kita. Setiap diri dari kita unik karena itulah selama ini di IIP yang dihargai adalah prosesnya bukan pembetulan hasil akhir.

“Membuat BISA itu mudah, tapi membuatnya SUKA itu baru tantangan…. Good is not enough anymore we have to be different~Tim Matrikulasi IIP Batch 7

Camilan di kelas kemarin mengenalkan Teknik Pomodoro untuk memaksimalkan waktu belajar dan strategi meninggikan gunung bukan meratakan lembah. Wah cocok nih dengan tulisan kemarin bahwa istri dan ibu itu salah satu tugasnya adalah pemberi apresiasi. Fokus pada meningkatkan kelebihan bukan menutupi kekurangan dan berikan waktu jeda untuk kita me-refresh pikiran. Seperti yang diungkapkan oleh Barbara Oakley dalam Video Learning to Learn (Barbara Oakley) ,

“Don’t just follow your passions, broaden your passions, and your life will be enriched beyond measure!”

Sesuai dengan tes kepribadian MBTI, saya termasuk kelompok ENFP yang dapat efektif belajar jika disertai kegiatan hands-on dan brainstorming. Maka saya memilih untuk berkreasi dengan Experiential Learning yang kebutulan merupakan bagian dari penelitian tugas akhir (Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kritis Siswa dalam Konsep Bumi dan Alam Semesta melalui Penerapan Experiential Learning) dulu. Namun dikarenakan laptop saya rusak dan buku sumber tidak ada disini, sehingga saya hanya dapat  menjelaskan sedikit mengenai Design Pembelajaran tersebut berdasarkan pengumpulan bahan melalui selancar internet.

Nah, seperti yang disampaikan di grup kelas kemarin. Bagi saya sejauh ini, mendesain pembelajaran adalah bagaimana kita membuat rancangan proses pembelajaran yang sesuai untuk kita agar mendapatkan hasil yang juga sesuai dengan harapan kita. Ini seperti NHW 1 disuruh memilih fokus judul skripsi, NHW selanjutnya melengkapi skripsi. Dan sepemahaman saya disini, desain tak harus baku dan kaku sesuai materi perkuliahan tapi disesuaikan dengan kebutuhan dan kenyamanan kita, ya berkreasi tadi.

Ibarat kata kita sedang mendesain rumah, kita perlu rancangan atau pengelolaan tata ruang, bahan yang digunakan dan ornamen yang dipakai. Tidak cukup hanya dengan ingin rumah besar, indah dan nyaman, ups!. Dan Komponen Utama dari Desain Pembelajaran (Sumber), di antaranya:

  1. Pembelajar (pihak yang menjadi fokus) yang perlu diketahui meliputi, karakteristik mereka, kemampuan awal dan pra syarat.
  2. Tujuan Pembelajaran (umum dan khusus) Adalah penjabaran kompetensi yang akan dikuasai oleh pembelajar.
  3. Analisis Pembelajaran, merupakan proses menganalisis topik atau materi yang akan dipelajari
  4. Strategi Pembelajaran, dapat dilakukan secara makro dalam kurun satu tahun atau mikro dalam kurun satu kegiatan belajar mengajar.
  5. Bahan Ajar, adalah format materi yang akan diberikan kepada pembelajar
  6. Penilaian Belajar, tentang pengukuran kemampuan atau kompetensi ang sudah dikuasai atau belum
Learning_Retention_Pyramid
Sumber: Wikipedia

Melihat piramida belajar di atas dapat terlihat bahwa kegiatan atau proses belajar yang paling efektis adalah dengan learning by doing. Sesuai dengan inti dari model pembelajaran Experiential Learning yang saya pilih untuk dikreasikan.

“In its simplest form, experiential learning means learning from experience or learning by doing. Experiential education first immerses learners in an experience and then encourages reflection about the experience to develop new skills, new attitudes, or new ways of thinking.”  ~Lewis and Williams (Sumber: Ryerson University)

“Pengalaman konkret menekankan keterlibatan aktif yang berkaitan dengan orang lain dan pembelajaran dengan pengalaman.” ~Kolb

 

Experiential-learningV4
Sumber: Profit Ability

Metode Experiential Learning (EL) menjanjikan keterlibatan aktif peserta dengan membuat pengalaman peserta sebagai sumber pengetahuan yang dijadikan insight pembelajaran bagi pengembangan diri peserta. Experiential Learning atau Pembelajaran Berbasis Pengalaman adalah metode pembelajaran yang menekankan pada tantangan dan pengalaman yang diikuti dengan refleksi hasil pembelajaran yang didapat dari pengalaman tersebut. EL bukan semata-mata belajar dari pengalaman, tapi sebuah pembelajaran yang menggunakan pengalaman sebagai media belajar. (Sumber: AELI)

ELC-2
Sumber: Growth
ETL-Chart
Sumber: Experience To Lead

 

 

 

 

 

 

 

Experiential Learning atau model pembelajaran berbasiskan pengalaman umumnya dikaitkan dengan siklus Pembelajaran Kolb. Model Pembelajaran Kolb bekerja pada dua tingkatan atau siklus empat tahap, yaitu pengalaman konkret (concrete experience), Observasi reflektif (Reflective Observation), Konseptualisasi Abstrak (Abstract Conceptualization) dan Eksperimentasi Aktif (Active Experimentation). Untuk lebih jelasnya dapat ditonton disni, Experiential Learning Model.

Experiential_Learning_Cycle_600x600
Sumber: Cascades Academy

Awalnya saya hanya ingin menjawab NHW ini dengan jauh lebih sederhana dan menggunakan gambar tapi setelah mempelajari kembali instruksi di Google Classroom, proses pengerjaan NHW inilah yang penting untuk dibagikan. Semoga dengan urutan informasi yang saya sampaikan sebelumnya dapat terbayang bagaimana saya berusaha menyelesaikan dan menemukan desain pembelajaran yang sesuai untuk saya sendiri. Kegiatan ini secara tidak langsung memberi saya pengalaman belajar caranya belajar karena untuk menjawab NHW ini, tentu saja saya jadi terdorong untuk mempelajari materinya dan berdiskusi dengan teman lainnya, saling bertukar informasi. Sehingga menjadi lebih paham.

OK, mari kita coba kreasikan Experiential Learning menjadi ke dalam tahapan belajar yang sesuai untuk saya pribadi! Tentunya dengan tidak lupa menggunakan keterampilan bertanya 5W1H dan terkait materi serta timeline belajar sudah tercantum dalam NHW sebelumnya.

Sebagai contoh atau perumpaan, saya menggunakan Materi Fitrah Based Learning dalam milestone KM 2.

  1. Apersepsi berdasarkan pengalaman, saya mengawali dengan mengumpulkan permasalahan pengasuhan dan tumbuh kembang anak (keponakan dan sepupu) baik secara observasi maupun mengingat kembali kejadian yang sudah lewat. Kemudian menuliskannya. Jika saya bersama teman, kami dapat bertukar cerita tentang pengalaman masing-masing kemudian menarik satu beberapa sampel permasalahan yang cocok dengan materi.
  2. Melakukan perenungan (tanya jawab jika bersama teman), pengumpulan bahan ajarSelama menyimak materi, saya perlu menemukan alasan atas permasalahan yang terjadi. Berusaha menemukan faktor penting yang menjadi penyebabnya.
  3. Menemukan konsep atau menyimpulkan kemungkinan solusi, tahap ini perlu adanya diskusi atau presentasi dan juga pengerjaan tugas seperti NHW ini.
  4. Saatnya saya mempraktekan langsung hasil dari brainstorming di tahap 3. Berusaha memperbaiki permasalahan yang muncul di tahap 1. Dan mengupayakan solusi terbaik yang dipilih sebelumnya memang cocok dengan permasalahan yang terjadi.

 

Berikut di atas adalah salah satu contohnya namun metode bisa saja berubah disesuaikan dengan situasi dan materi yang dipelajari.

Terimakasih sudah membaca sampai akhir kesini, semoga menjadi solusi dan  mudah dipahami 🙂

 

Salam hangat, dari saya yang baru saja menyelesaikan SOTD minggu ini.

Febby Noor Fadhillah

Matrikan IIP Batch 7

One Reply to “Febby – NHW 5; Design Pembelajaran ala Kita”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s