Febby – NHW 7; Tahapan Menuju Bunda Produktif

20190318_014736_0001

وَمَا مِنْ دَابَّةٍ فِي الْأَرْضِ إِلَّا عَلَى اللَّهِ رِزْقُهَا وَيَعْلَمُ مُسْتَقَرَّهَا وَمُسْتَوْدَعَهَا ۚ كُلٌّ فِي كِتَابٍ مُبِينٍ

“Dan tidak ada suatu binatang melata pun di bumi melainkan Allah-lah yang memberi rezekinya, dan Dia mengetahui tempat berdiam binatang itu dan tempat penyimpanannya. Semuanya tertulis dalam Kitab yang nyata (Lauh mahfuzh).”

(QS. Hud [11] : 6)

Assalamu’alaikum,

Sampurasun!

Alhamdulillah mengakhiri pekan ketujuh ini dengan lebih produktif, sebuah tahapan perkembangan diri hasil kali  bagi ilmu-ilmu yang di dapat pada NHW sebelumnya. Dan kali ini, kita akan bertemu NHW lainnya yang juga sederhana tapi sarat makna. Untuk mengawalinya, saya ingin berbagi kenikmatan syukur atas hadiah yang Allah SWT berikan. Di NHW sebelumnya, saya sudah menuliskan targetan dan desain pembelajaran yang sesuai dengan saya. Dan tanpa sengaja terlaksana lebih cepat. Setiap kalimat yang disampaikan Ibu Septi kembali terdengar seolah sedang mengetuk diri yang hampir saja lupa dengan visi misinya sendiri. Minggu ini saya belajar lebih produktif tanpa sengaja, bertepatan dengan keikutsertaan sebagai panitia acara KOPDAR, pertemuan beberapa deadline menulis baik antologi mandiri maupun lomba menulis, kegiatan melingkar di lingkungan rumah, acara dadakan dari kawan dekat, urusan domestik yang bertambah hingga urusan komunikasi dengan suami.

Bagi sebagian orang boleh jadi  semua hal tersebut teramat biasa tapi bagi saya yang selalu memiliki banyak waktu luang untuk suami, tetiba lebih banyak waktu dengan orang lain, sangat mungkin menimbulkan ketidaknyamanan. Ditambah targetan menulis yang biasanya satu bulan satu kali, satu minggu satu kali , menjadi dua hari sekali. Lumayan membuat lelah berpikir terutama disaat tubuh dalam kondisi kurang maksimal. Namun, saya menyadari satu hal bahwa saya akhirnya dapat kembali mengingat lelah dan bersemangatnya saya sebelum menikah terutama masa kuliah dulu. Bukankah artinya saya sedang kembali menjadi produktif?

“Ketika kita berjalan pada jalan hidup kita, maka kita tidak akan mencari peluang. Peluanglah yang akan mencari kita.” ~Ibu Septi

Adapun beberapa masalah yang timbul di masa adaptasi ini, InsyaAllah satu persatu sudah terselesaikan. Dan saya menjadi pribadi yang kembali fokus pada penyelesaian bukan lagi bertanya, “Kerjain gak ya?”. Saya kembali menjadi pribadi yang takut kehilangan kesempatan bahkan hingga detik terakhir. Setidaknya beberapa minggu ini dan semoga terus berkembang menjadi sikap yang lebih positif. Sesuai dengan desain pembelajaran yang dipilih di NHW sebelumnya, permasalahan dirumuskan berdasarkan pengalaman kemudian mempelajari kembali materinya untuk menemukan bagian yang dapat direfleksi.

nhw 7-1
Tim Matrikulasi Institut Ibu Profesional

“Tugas seorang Ibu bukanlah mengkhawatirkan rezeki keluarga kita, melainkan menyiapkan sebuah jawaban dari mana dan untuk apa semua karunia yang sudah diberikan Allah ke kita, anak-anak dan keluarga kita. Maka di Institut Ibu Profesional, bunda produktif tidak selalu  dinilai dengan uang dan rupiah melainkan dinilai dari sebuah nikmat atas kepuasan hidup dan pengakuan terhadap diri kita bahwa kita memang bermanfaat untuk banyak orang.” ~Ibu Septi

Capture

Materi pekan ini tentang Rezeki itu Pasti, Kemuliaan Harus Dicari dengan kalimat penutup dari Ibu Septi, “Selamat menjemput rezeki dengan benar!“. Dari awal membaca kutipan di atas, barangkali ada yang berprasangka bahwa seolah-olah Ibu Profesional itu adalah wanita yang tidak memiliki hak untuk memperjuangkan karirnya di luar rumah.

Namun bukan itu yang dimaksud, saya sengaja tidak menyampaikan semua isi materi yang berdaging ini disini. Untuk lengkapnya, teman-teman dapat bergabung dengan kelas Matrikulasi batch berikutnya 🙂 Eh, atau sudah ya? 😀

Intinya baik di dalam maupun di luar rumah, baik sendiri atau dengan delegasi, yang terpenting urusan domestik selesai. Serta amanah sebagai Ibu tetap menjadi prioritas utama. Ibu, itu loh Sang Manajer Keluarga dan Sang Pembelajar Sejati!.

Adapun manfaat menjadi produktif, yaitu:

  • Menjalani hidup penuh makna
  • Meningkatkan rasa percaya diri
  • Memiliki gairah hidup
  • Meningkatkan daya tahan tubuh
  • Semakin ‘selesai’ dengan diri
  • Memberikan manfaat untuk banyak orang termasuk keluarga

“Mungkin kita tidak tahu dimana rejeki kita, tapi rejeki akan tahu dimana kita
berada. Sang Maha Memberi Rejeki sedang memerintahkannya untuk menuju
diri kita.” ~Tim Matrikulasi IIP

Lalu apa keterkaitan antara Materi ini dengan NHW 7?

Di NHW ini, kita perlu memahami bakat yang kita miliki dan kegiatan yang membuat mata kita berbinar-binar, serta menimbulkan perasaan senang saat mempelajarinya. Dengan begitu, kita dapat masuk di ranah produktif dengan bahagia. Ingat gengs! Rezeki itu pasti, kemuliaan yang dicari. Dengan menjadi produktif itu artinya kita sedang memuliakan potensi yang telah di berikan Allah SWT untuk memenuhi peran kita lahir di muka bumi ini.

screencapture-mbti-anthonykusuma-hasil-enfp-2019-03-17-22_28_47
Tes Kepribadian MBTI

Untuk NHW ini saya mengikuti 2 tes yang sebenarnya sudah pernah saya ikuti di NHW sebelumnya. Namun saya sengaja mengikuti ulang untuk mengkonfirmasi kemungkinan akan mendapatkan hasil tes yang berbeda. Saya mengerjakan dengan lebih teliti, dengan sepenuhnya menghilangkan gengsi dan jujur pada diri sendiri. Kemudian hasil yang didapat ternyata hampir sama.

Pertama saya mencoba Tes Kepribadian MBTI dengan 3 kali tes (jawaban ada yang berubah) dan menghasilkan jenis kepribadian yang sama yaitu ENFP . Dalam hal ciri-ciri, saya perlu mengakui kebenarannya namun merasa kurang tepat di bagian memahami kebutuhan orang lain. Seringnya merasa terlambat atau gagal memahami yang sebenarnya diperlukan orang lain dalam kondisi tertentu. Perihal saran dan profesi yang cocok pun sudah sangat sesuai. Dari masa sekolah, saya memang ingin menjadi konselor dan psikolog bahkan sudah masuk di salah satu univ untuk jurusan tersebut namun belum takdirnya. Biaya masuk yang sudah disimpan Alm. Kakek dan Alm. Nenek harus dipakai untuk biaya operasi. Dan akhirnya saya masuk jurusan bidang pendidikan dan pernah menjadi pengajar. Saat di Univ dan bekerja pun saya nyambi sebagai MC. Kini, saya masih berusaha memaknai kesesuaian bakat dan pengalaman yang dimiliki untuk dapat menjadi Ibu Profesional.

st30 1
https://temabakat.com/id/
screencapture-temabakat-id-index-php-main-result-2019-03-17-22_52_58
https://temabakat.com/id/

screenshot_2019_0224_142635-e1551037768769

Tes kedua yang diikuti tentu saja dari Temu Bakat. Sama halnya dengan yang pertama, hasil tes ini bukanlah hasil satu kali tes. Saya mengkonfirmasi 3x namun tidak menyimpan yang pertama, kebetulan yang kedua pernah saya pakai di NHW sebelumnya jadi masih saya simpan. Dari gambar di atas dan di samping dapat dilihat ada perubahan hasil tes namun secara garis besar masih sama. Narasinya pun masih sama. Tapi bagian kelemahannya berbeda.

Yang lucu disini adalah urutan Personal Branding yang hampir sama persis, bagian yang berbedanya pun berada di urutan yang sama. Entah, mungkin memang begitulah cara kerjanya ^^

Untuk kekuatan dan kelemahan di tes sebelumnya lebih merata dari pada tes yang terakhir. Tes terakhir di foto bagian atas.

Dari 3x tes tersebut dapat dilihat bahwa Personal Branding yang tidak berubah yaitu Ambassador, Communicator, Creator, Motivator dan Visionary.

Sedangkan yang masih mungkin kurang tepat yaitu Educator, Selector, Interpreter dan Synthesizer.

 

nhw 7

 

 

Mari kita konfirmasi satu persatu!

 

 

 

Untuk Personal Branding yang sama, setelah 2x tes ulang.

(Sabar ya teteh-teteh^^)

1

Barangkali hal diatas terbentuk dari kegiatan sekolah, kuliah dan bekerja. Semasa sekolah dulu aktif di kegiatan OSIS, PASKIBRA dan Rohis. Masa kuliah aktif di kegiatan BEM, UKDM dan Protokoler. Saat bekerja menjadi perwakilan untuk kegiatan workshop atau seminar. Sehingga terbiasa untuk cepat berbaur dengan perwakilan sekolah, kampus atau instansi lain ketika melakukan kegiatan bersama. Hal tersebut pun terbawa sampai sekarang, tanpa sadar mempromosikan barang atau jasa teman dan terkadang  tanpa sadar mempromosikan Bandung atau yang baru-baru ini tanpa sadar mempromosikan kelas online yang diikuti, tentu saja IIP salah satunya. Sehingga seringkali mendapatkan pertanyaan ini itu dari teman-teman yang tertarik. Bukan promosi seperti sedang menjual tapi dengan melihat kegiatan kita yang positif, atau pembawaan kita yang menarik, membuat orang-orang ingin belajar atau berkegiatan yang sama.

2

 

Hmmm kalau soal ini, sudah jelas sepertinya memang begitu 😀

Ya, ini terkait konfirmasi di Tes kepribadian MBTI juga. Karena saya mengambil kelas khusus Sains untuk SD, saya belajar untuk menyampaikan inti pembelajaran yang kompleks menjadi materi yang sederhana. Serta kegiatan sebagai MC kegiatan mahasiswa yang perlu berburu dengan waktu, saya pun dituntut untuk mampu berkomunikasi dengan efektif dan efisien.

3

Saat kecil hingga usia sekolah, saya senang matematika dan membuat denah rumah. Sempat bermimpi menjadi arsitek juga tapi semakin dewasa saya lebih menyuka kata daripada angka. Boleh jadi creator disini sebenarnya bermaksud seperti Content Creator.

4

Selain karena pekerjaan saya sebagai guru (dulu), mungkin juga karena bawaan sebagai Wakil Ketua Osis, Koordinator Protokol kampus, panitia di beberapa acara dan istri dari suami saya. Memotivasi menjadi kebutuhan pokok karena salah satu tugas seorang leader adalah menggerakan hati anggotanya untuk turut serta mengupayakan tercapainya tujuan bersama, menyemangati siswanya agar bergerak menuju pencapaian yang lebih baik. Dan menurut saya, sebaik-baik seorang istri adalah yang pandai mengapresiasi. Serta saya pernah tuliskan di NHW sebelumnya, 2x berturut-turut pernah mendapat predikat Panitia Paling Menginspirasi. Duh, jadi sombong nih 😀 Walaupun sebenarnya kurang pandai memotivasi diri sendiri.

5

Ya…. konfirmasi ini jelas hanya butuh satu kejelasan. Saya senang menghayal. Dan di setiap pelatihan kepemimpinan yang diikuti memang setiap pribadi harus mampu memimpin dirinya sendiri untuk menembus batas dari hayalannya sendiri. Eh eh eh, tapi sekarang malah saya sendiri yang lupa :p

Dari kelima Personal Branding di atas dan STRENGHT yang dimiliki menurut tes ini, saya memang akan lebih bahagia saat berkegiatan bersama orang lain. Dan sesekali menyendiri. Tapi sudah lama, kegiatan bersama orang lain itu berkurang.

Nah, untuk mengecek kembali bakat dan kegiatan yang dapat membuat kita menjadi Bunda Produktif yang Bahagia, mari lihat bagan di bawah ini!

20190318_022421_0001

Alhamdulillah, kuadran 1-3 semuanya dapat diupayakan untuk dinikmati dan dikembangkan. Begitupun di kuadran 4, boleh jadi satu tahun ke depan isi kuadran 4 pindah masuk ke kuadran 1-3.  Sebenarnya  mengisi kuadran no. 4 adalah yang tersulit, sepertinya semua bagian itu tetap harus di pelajari walaupun tidak ahli. Sedangkan kuadran 1-3, InsyaAllah akan terus dikembangkan sembari memaknai peran lahir di bumi ini.

Sekian penjabaran dari saya, semoga sampai maksudnya. Dan terimakasih sudah membaca sampai sini, semoga ada makna yang dapat diambil.

Salam hangat dari saya yang masih masuk tim H-1,

Febby Noor Fadhillah

Matrikan Batch 7

3 Replies to “Febby – NHW 7; Tahapan Menuju Bunda Produktif”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s